Cara Menghitung Persen

Cara Menghitung Persen (Persentase) yang Cepat dan Tidak Bikin Salah Hitung

Pernah melihat diskon “25%” di marketplace, lalu Anda berhenti sebentar karena ragu potongannya berapa? Atau saat laporan kerja menulis “realisasi 84%”, tetapi angka dasarnya terasa tidak nyambung? Di situ cara menghitung persen jadi skill kecil yang kepakai terus, dari belanja sampai Excel.

Persen itu konsep sederhana: membandingkan “bagian” terhadap “total”, lalu menuliskannya per seratus. Rumusnya singkat, tetapi kasusnya banyak. Mari buat semuanya rapi, supaya Anda tidak lagi mengandalkan tebakan.

TL;DR (ringkas)

Cara menghitung persen paling dasar adalah (bagian ÷ total) × 100%. Jika Anda ingin mencari “nilai rupiahnya”, pakai (persen ÷ 100) × total. Untuk kenaikan atau penurunan, gunakan (nilai baru − nilai lama) ÷ nilai lama × 100%. Pola ini sama di kalkulator dan Excel, bedanya hanya cara mengetik dan formatnya.

1) Rumus Dasar Cara Menghitung Persen

Bayangkan Anda sedang menghitung berapa persen anggota tim yang WFO.

Rumus dasar:
Persentase (%) = (jumlah bagian ÷ jumlah keseluruhan) × 100%.

Contoh cepat:

  • Total anggota tim: 40 orang
  • Yang WFO: 10 orang
  • Persentase WFO = (10 ÷ 40) × 100% = 0,25 × 100% = 25%

Agar tidak tersandung, pastikan Anda jelas dulu:

  • Bagian itu yang Anda hitung persennya (contoh: 10 orang).
  • Total itu keseluruhan yang jadi pembanding (contoh: 40 orang).

Kalau totalnya keliru, persennya pasti meleset, meski hitungannya benar.

2) Menghitung Nilai dari Suatu Persentase (Diskon, Komisi, Pajak)

Banyak orang sebenarnya tidak butuh “berapa persen”, melainkan butuh “berapa rupiah”.

Rumus nilai dari persen:
Nilai = (persen ÷ 100) × total

Contoh A: Diskon belanja

Diskon 25% dari Rp300.000:

  • Nilai diskon = (25 ÷ 100) × 300.000 = 0,25 × 300.000 = Rp75.000
  • Harga setelah diskon = 300.000 − 75.000 = Rp225.000

Kalau Anda suka cara yang lebih cepat, ubah persen ke desimal dulu (25% = 0,25), lalu tinggal kalikan.

Contoh B: PPN sebagai contoh persen yang sering muncul di invoice

Di Indonesia, tarif PPN disesuaikan bertahap menjadi 11% sejak 1 April 2022 dan 12% paling lambat 1 Januari 2025.
Artinya, ketika Anda melihat PPN 11% atau 12% di tagihan, cara hitungnya sama saja: tarif dikalikan nilai dasar (umumnya harga sebelum PPN, tergantung format invoice).

Misal harga sebelum PPN Rp100.000:

  • PPN 12% = 0,12 × 100.000 = Rp12.000
  • Total bayar = 100.000 + 12.000 = Rp112.000

Catatan kecil yang sering bikin salah: orang kadang mengira “PPN 12%” itu dihitung dari total yang sudah termasuk pajak. Kalau invoice Anda menampilkan harga sebelum pajak, hitung dari angka itu. Kalau invoice menampilkan harga sudah termasuk pajak, biasanya ada keterangan “include PPN” dan angkanya perlu dipisah (itu pembahasan lain).

3) Persen Kenaikan dan Penurunan (Persen Perubahan)

Ini yang sering dipakai untuk harga, omzet, gaji, performa iklan, dan “kenaikan ongkir setelah hujan plus macet Jakarta”.

Rumus persen kenaikan:
% kenaikan = (nilai baru − nilai lama) ÷ nilai lama × 100%

Rumus persen penurunan:
% penurunan = (nilai lama − nilai baru) ÷ nilai lama × 100%

Contoh: dari Rp12.000 menjadi Rp15.000

  • Selisih = 15.000 − 12.000 = 3.000
  • Persen kenaikan = 3.000 ÷ 12.000 × 100% = 0,25 × 100% = 25%

Kunci pentingnya ada di pembagi: pakai nilai lama. Ini kebiasaan yang juga dipakai saat menghitung persentase perubahan di Excel.

Bonus: persen vs persen poin (biar tidak salah tafsir)

Kalau tarif berubah dari 10% ke 12%, banyak orang menyebut “naik 2%”. Secara komunikasi sehari-hari itu sering terjadi, tapi lebih tepat disebut naik 2 persen poin. Secara relatif, 12% dibanding 10% berarti naik 20% (karena 2 ÷ 10 = 0,2). Bagian ini penting kalau Anda membaca laporan, pajak, atau statistik sederhana.

4) Cara “Balikannya”: Mencari Total atau Harga Awal dari Persen

Ini tipe soal yang sering muncul saat Anda melihat “harga setelah diskon” tapi ingin tahu “harga coret” yang sebenarnya.

Kasus A: mencari harga awal dari harga setelah diskon

Jika diskon 25%, berarti Anda membayar 75% dari harga awal.

Rumus:
Total (harga awal) = harga akhir ÷ (1 − persen diskon)
atau harga akhir ÷ 0,75 untuk diskon 25%.

Contoh: harga setelah diskon 25% adalah Rp150.000

  • Harga awal = 150.000 ÷ 0,75 = Rp200.000

Logikanya sama seperti contoh “menemukan total saat mengetahui jumlah dan persentase” pada panduan perhitungan persentase.

Kasus B: mencari nilai awal dari kenaikan

Jika nilai naik 10% menjadi Rp110.000:

  • Nilai awal = 110.000 ÷ (1 + 0,10) = 110.000 ÷ 1,10 = Rp100.000

Trik ini sering menyelamatkan waktu saat Anda menilai “sebelum naik” atau “sebelum markup”.

5) Cara Menghitung Persen di Kalkulator HP

Jika Anda menghitung diskon atau pajak, cara aman yang hampir selalu berhasil adalah metode desimal.

Contoh diskon 25% dari Rp300.000:

  1. Ketik 300000
  2. Kali 0,25
  3. Hasil 75000 (nilai diskon)
  4. Untuk harga akhir: 300000 − 75000 = 225000

Sebagian kalkulator punya tombol persen yang otomatis mengubah perhitungan tergantung operator yang dipakai. Karena perilaku tombol persen bisa berbeda antar merek, metode desimal biasanya paling stabil untuk menghindari “kok angkanya aneh?”.

6) Cara Menghitung Persen di Excel dan Google Sheets

Jika Anda sering bikin laporan, Excel atau Sheets adalah tempat persen paling sering muncul. Kabar baiknya: rumusnya sama, Anda hanya perlu memahami format.

A. Persen dari total (misalnya capaian)

Misal realisasi ada di B2, target di C2. Persentasenya:

  • =B2/C2
    Lalu ubah format sel menjadi Percent (%).

Excel pada dasarnya bekerja dengan desimal. Jadi 0,84 akan ditampilkan sebagai 84% setelah Anda memberi format persen. Contoh pola ini juga ditunjukkan dalam panduan menghitung persentase dan perubahan.

B. Persen perubahan (naik turun)

Jika nilai lama di B2 dan nilai baru di B3:

  • =(B3-B2)/B2
    Lalu format menjadi persen.

Ini mengikuti rumus persen kenaikan yang kita pakai sebelumnya, hanya ditulis versi sel.

C. Tips tampilan biar rapi

  • Atur jumlah desimal seperlunya. Untuk laporan, 1 sampai 2 desimal biasanya cukup.
  • Konsisten. Jika satu kolom 1 desimal, kolom lain juga 1 desimal, supaya pembaca tidak curiga ada “angka dipoles”.

7) Konversi Cepat: Pecahan dan Desimal ke Persen

Kalau Anda ketemu 0,375, itu bukan angka asing. Itu tinggal diubah.

  • Desimal ke persen: kali 100
    0,375 × 100 = 37,5%
  • Pecahan ke persen: bagi dulu hingga jadi desimal, lalu kali 100
    3/8 = 0,375 = 37,5%

Contoh seperti 42/50 yang menjadi 0,84 lalu menjadi 84% juga umum dipakai saat orang menghitung nilai atau rasio sederhana.

8) Kesalahan yang Paling Sering Bikin Hasil “Meleset”

Beberapa salah hitung itu polanya berulang.

  1. Salah pembagi saat persen perubahan. Anda harus membagi dengan nilai lama, bukan nilai baru.
  2. Lupa ubah persen menjadi desimal. 20% bukan 20, tapi 0,2.
  3. Campur aduk persen dan persen poin. Ini sering bikin debat kecil di kantor saat membahas “naik 2%” padahal maksudnya 2 persen poin.

Kalau Anda konsisten memakai tiga rumus inti, biasanya masalah selesai.

Baca Juga : Cara Buat NPWP Online (Coretax dan e-Registration) Update 2026

FAQ

1) Apa rumus paling cepat untuk cara menghitung persen?

Rumus paling cepat adalah (bagian ÷ total) × 100%. Misalnya 20 dari 50, maka 20/50 = 0,4 lalu ×100 menjadi 40%. Rumus ini cocok untuk nilai ujian, survei sederhana, dan laporan proporsi, serta sejalan dengan rumus dasar persentase yang umum dipakai.

2) Bagaimana cara menghitung 20% dari 200?

Ubah 20% menjadi 0,2, lalu kalikan dengan 200. Jadi 0,2 × 200 = 40. Jika Anda ingin menulisnya lengkap: (20 ÷ 100) × 200 = 40. Cara ini sama untuk diskon, komisi, dan pajak, hanya angkanya yang berbeda.

3) Bagaimana cara menghitung persen kenaikan dari 12.000 ke 15.000?

Kurangi dulu: 15.000 − 12.000 = 3.000. Lalu bagi dengan nilai lama: 3.000 ÷ 12.000 = 0,25. Terakhir kali 100% menjadi 25%. Rumus ini mengikuti pola persen perubahan yang umum dipakai di Excel dan perhitungan bisnis.

4) Cara menghitung persen di Excel itu rumusnya apa?

Untuk persen dari total, gunakan =bagian/total lalu format persen. Untuk persen perubahan, gunakan =(nilai_baru-nilai_lama)/nilai_lama lalu format persen. Excel menampilkan persen berdasarkan desimal, jadi Anda biasanya tidak perlu mengalikan 100 jika format persen sudah dipilih.

5) Jika harga setelah diskon sudah diketahui, bagaimana cari harga awal?

Jika diskon 25%, maka harga setelah diskon adalah 75% dari harga awal. Jadi harga awal = harga akhir ÷ 0,75. Contoh: Rp150.000 ÷ 0,75 = Rp200.000. Ini kebalikan logis dari perhitungan diskon, dan konsepnya sejalan dengan contoh mencari total dari persentase.

6) PPN 12% dihitung dari harga sebelum atau sesudah pajak?

Umumnya PPN dihitung dari nilai dasar sebelum PPN (tergantung bagaimana invoice menuliskan DPP dan total). Untuk contoh sederhana: Rp100.000 × 12% = Rp12.000, total Rp112.000. Di Indonesia, tarif PPN disesuaikan bertahap menjadi 11% sejak 1 April 2022 dan 12% paling lambat 1 Januari 2025.

7) Bagaimana cara cepat cek apakah hasil persen masuk akal?

Gunakan tes balik: jika Anda dapat 25%, maka seperempat dari total seharusnya mendekati nilai “bagian”. Misalnya total 300.000, seperempatnya 75.000. Jika hasil Anda jauh dari itu, biasanya ada kesalahan di pembagi, salah tempat desimal, atau salah memahami mana bagian dan mana total.