TL;DR
Doa buka puasa Ramadhan yang paling shahih dari hadits riwayat Abu Daud adalah “Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah” yang artinya: telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga pahala ditetapkan jika Allah menghendaki. Niat puasa Ramadhan dibaca setiap malam sebelum fajar, bukan sekali untuk seluruh bulan. Sunnah berbuka dimulai dengan kurma atau air putih sebelum shalat Maghrib.
Setiap menjelang Ramadhan, banyak yang mencari kembali bacaan doa buka puasa dan niat yang benar, termasuk cara membacanya sesuai tuntunan. Bukan karena tidak tahu, tapi karena ingin memastikan. Momen berbuka adalah waktu yang istimewa dalam Islam, dan membaca doa dengan tepat adalah bagian dari kesempurnaan ibadah puasa itu sendiri.
Doa Buka Puasa Ramadhan yang Shahih
Ada dua versi doa buka puasa yang beredar luas di masyarakat. Keduanya memiliki sumber yang berbeda, dan para ulama berbeda pandangan mengenai tingkat keshahihannya.
Doa Pertama: Riwayat Abu Daud (Lebih Shahih)
Arab:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin: Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah
Artinya: “Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, dan semoga pahala ditetapkan, jika Allah menghendaki.”
Menurut Muslim.or.id, doa ini diriwayatkan dalam hadits shahih oleh Abu Daud dan dinilai lebih kuat derajatnya oleh para ulama hadits. Doa ini dibaca setelah berbuka, bukan sebelumnya.
Doa Kedua: Allahumma Lakashumtu
Arab:
اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Latin: Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘alaa rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar raahimiin
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu wahai Dzat yang Maha Penyayang.”
Doa kedua ini sangat populer di Indonesia dan digunakan di banyak pesantren serta komunitas Islam tradisional. Meski derajat haditsnya diperdebatkan, doa ini tetap umum digunakan sebagai doa berbuka karena kandungan maknanya yang baik.
Baca juga: Cara Meditasi yang Benar untuk Ketenangan Pikiran
Niat Puasa Ramadhan: Cara Membaca dan Waktunya
Niat puasa Ramadhan dibaca setiap malam sebelum fajar (sebelum waktu Subuh). Ini penting: niat tidak cukup dibaca satu kali untuk seluruh bulan Ramadhan. Menurut NU Online, niat wajib diperbarui setiap malam, karena setiap hari puasa dihitung sebagai ibadah tersendiri.
Bacaan niat puasa Ramadhan:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هٰذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i fardhi syahri Ramadhaana haadzihis sanati lillaahi ta’aalaa
Artinya: “Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Niat tidak harus dilafalkan dengan keras. Dalam pandangan mayoritas ulama, niat adalah urusan hati. Melafalkannya dengan lisan dianjurkan untuk membantu hati agar lebih terfokus, bukan syarat wajib sahnya puasa.
Sunnah Berbuka Puasa yang Dianjurkan
Berbuka bukan hanya soal makan dan minum setelah seharian menahan. Ada adab dan sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk menjadikan momen berbuka lebih bermakna.
- Menyegerakan berbuka: Rasulullah SAW menganjurkan untuk segera berbuka begitu waktu Maghrib masuk. Menunda tanpa alasan tidak dianjurkan.
- Berbuka dengan kurma atau air: Sunnah berbuka dimulai dengan ruthab (kurma segar), atau tamr (kurma kering) jika tidak ada, atau air putih jika keduanya tidak tersedia. Ini berdasarkan hadits dari Anas bin Malik yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi.
- Membaca doa setelah berbuka: Doa dibaca setelah meneguk pertama, bukan sebelumnya. Ini waktu yang diyakini mustajab karena orang yang baru saja berpuasa termasuk golongan yang doanya tidak tertolak.
- Shalat Maghrib sebelum makan besar: Sunnah menyelesaikan shalat Maghrib terlebih dahulu sebelum makan besar, kecuali makanan sudah tersaji dan perut sangat lapar.
Baca juga: Manfaat Meditasi untuk Kesehatan Mental yang Terbukti
Waktu Terbaik untuk Berdoa saat Berbuka
Waktu berbuka puasa termasuk salah satu waktu yang paling dianjurkan untuk berdoa. Dari hadits yang diriwayatkan dalam kitab-kitab hadits terpercaya, Rasulullah SAW menyebut bahwa doa orang yang berpuasa saat berbuka adalah doa yang tidak akan ditolak. Ini menjadikan momen pertama berbuka bukan hanya melepas lapar dan dahaga, tapi juga kesempatan untuk memanjatkan doa-doa yang sudah tersimpan selama seharian.
Bacaan doa niat buka puasa Ramadhan yang singkat itu sebenarnya menyimpan makna yang dalam: sebuah pengakuan bahwa kita berpuasa karena Allah, beriman kepada-Nya, dan berbuka dengan rezeki yang Dia berikan. Momen berbuka yang hanya berlangsung beberapa detik ini bisa menjadi salah satu doa paling tulus dalam sehari jika diucapkan dengan kesadaran penuh, bukan sekadar hafalan yang terburu-buru.

